Senin, 16 Juli 2012

Hari-hari ini selalu terjadi... cek jo sandiri...

PNS Malas

 

Amurang, Swarasulut-

Datang terlambat pulang belum waktunya, mungkin falsafah ini yang sudah terpatrih di dalam Benak Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Minahasa Selatan. Buktinya dari penelusuran wartawan situs ini selang waktu sepekan lalu ini, sejumlah kantor SKPD di Kabupaten Minsel terlihat kosong tak berpenghuni. Pun demikian hal ini sangat berpengaruh pada pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Berdikari cepat ini.
” Kami sering mendapati ruang SKPD diseputaran kantor Bupati dan sejumlah kantor SKPD luar Kantor Bupati Minsel, nyaris tak berpenguni disaat jam kerja sedang berlangsung, sontak saja masalah ini sering berujung pada pelayanan publik yang dianggap tak maksimal,” ujar Fani Tangel warga Amurang saat dimintai keterangannya Minggu (15/07/2012).
Lanjut dia, hal ini harus menjadi perhatian pihak Badan Kepegawaian dan Diklat Minsel, jadi dimintaikan kepada pihak BKDD Minsel untuk melakukan serangkaian inspeksi Mendadak (Sidak, red). Hal ini dimaksudkan supaya ada efek jerah pada PNS yang malas. ” Iya jika perlu apabila kedapatan PNS seperti itu langsung saja diberi sangksi tegas oleh pemerintah,” ujar dia.
Senada dengan itu kata Julian Porawow warga Kelurahan ranomea Kecamatan Amurang Timur, menurutnya para abdi negara yang sering berseragam keki di Minsel tersebut seharusnya meniru Yakub dalam cerita Alkitab. ” Sebab kerja kerasnya bakal diberi reward oleh Tuhan dan pemerintah setempat,” ujar dia.
Sementara itu Kepala Badan kepegawaian dan Diklat Kabupaten Minahasa Selatan Drs Joutje Dehoop saat akan dimintai keterangannya Minggu (15/07/2012) dalam keadaan sibuk. (dolvie)

Rabu, 30 Mei 2012

SKPD Minsel Menganut Faham ABS


Terkait Draft LKPJ Bupati Minsel

Amurang, Swarasulu.

Warga Desa Pinaling Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan, sesuai dengan informasi yang berhasil dihimpun wartawan situs ini Selasa (29/05/2012) tadi siang, ternyata didesa tersebut masih mengoleksi puluhan Rumah warga yang dinilai tak laik huni.
Nah pemilik rumah yang tak laik huni tersebut diantaranya kediaman keluarga Marentek Mokoagow, Kewas-Tamunu, Manengkey-Mangindaan, Walo-Dotulong, Mangimpis-Lobut, Awon-Lumintang, Tombeng-Wartabone dan Kasenda-Mokoagow. Parahnya lagi, kata Ader Repi warga setempat, sebagian besar warga miskin tersebut hanya pinjam lahan untuk dibangun tempat tinggal. ” ya beberapa warga di sini masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan, rumahnya saja dibangun di lahan milik orang lain. Ini sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah,” ujar Repi. Ditanya soal jumlah penduduk di Desa tersebut kata dia, 400-an Kepala Keluarga.
Ironisnya dari Draft laporan LKPJ Bupati Minsel yang dirangkum berdasarkan laporan sejumlah SKPD Minsel yang diterima bupati Minsel tersebut, tercatat bahwa kawasan kumuh di Kabupaten Minsel hanya 185m2, hal ini berarti
Kumuh minsel hanya sebesar satu kapleng tanah saja. Menanggapi itu Tokoh masyarakat Minsel Julian Porawow saat dimintai keterangannya mengatakan bahwa laporan SKPD kepada Bupati Minsel itu terkesan hanya Asal Bunda Senang (ABS), fenomena Desa Pinaling tersebut tak dilihat sebagai masalah sosial. “Seharusnya ibu bupati memberikan perhatian khusus kepada SKPD semacam itu,” ujar Porawow singkat. (dolvie).


Kamis, 24 Mei 2012

Tetty Resmikan Pelayaran Perdana

Ini dia...

Tetty Resmikan Pelayaran Perdana KMP Julung-Julung Lintas Amurang-Tolitoli-Tarakan

 
  saat membawakan sambutan.

—Sabtu (5/5) 

Kemarin, Bupati meresmikan pengoperasian Pelabuhan Penyeberangan Kapal Feri Amurang. Dilanjutkan dengan peresmian Pelayaran Perdana Lintas Amurang--.
Menariknya, setelah peresmian KMP Julung-Julung tersebut, Bupati Tetty Paruntu bersama Forum Pimpinan Daerah, diantaranya Kapolres AKBP Sumitro, SH, Kejari Amurang Supriyanto, SH MH, Wakil Ketua DPRD Jenny Tumbuan, SE dan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Feri Persero Cabang Balikpapan diwakili . Selain itu, jajaran Perhubungan Provinsi Sulut, jajaran Dinas Perhubungan dan pejabat eselon II dan III dilingkungan Pemkab . Mereka bersama Bupati menaiki KMP Julung-Julung dengan mengelilingi Teluk Amurang.


Tetty dalam sambutannya mengatakan, hadirnya pelabuhan penyeberangan Kapal Feri, bagi warga Minsel khususnya sangat merindukannya. ‘’Bahkan, keinginan diatas sudah sejak lima tahun silam. Namun demikian, hal ini baru tercapai. Ini juga berkat bantuan warga Minsel dan pemerintah pusat,’’ ujar Tetty.
Ditambahkan Tetty, melalui pengoperasian pelabuhan penyeberangan kapal Feri ini juga merupakan wujud nyata untuk menambahkan kontribusi atau PAD.



‘’Juga terpenting disini adalah dalam rangka menghidupkan transportasi handal sekaligus sebagai lintas penyeberangan Amurang-Tolitoli-Tarakan. Mungkin, sekarang adalah lintasan ini. Tetapi, kami akan berusaha lintasannya akan lebih panjang. Dan pemerintah akan tetap berusaha melobi pemerintah pusat untuk menambah bantuan demi tercapainya peningkatan pelabuhan ini,’’ ungkap bunda Tetty.


Dikesempatan berbeda, Kepala Cabang Balikpapan PT ASDP Indonesia Feri Wisnu Tjahjono menjelaskan, bahwa KMP Julung-Julung membuat penumpang sekira 250 orang. Dengan 10 kendaraan roda empat/enam campuran, belum termasuk kendaraan roda dua.


‘’Sebetulnya, keinginan PT ASDP Indonesia Feri untuk masuk di Amurang-Minsel sudah lama. Hanya saja, pelabuhan penyeberangan kapal Feri baru selesai. Dan semoga, dalam dekat ini akan ditingkatkan lebih besar lagi. Ditanya kenapa tak dilakukan sosialisasi melalui media cetak atau online. Wisnu juga mengakui hal itu, dan berharap merlalui pelayaran ini akan diketahui masyarakat Minsel umumnya dan Sulut secara khusus,’’ jelasnya. (adv/andries)


Rabu, 25 April 2012

Tentang e-KTP di Minsel


Amurang, KOMENTAR
Penyelesaian rekam data untuk elektronik Kartu Tanda Penduduk (KTP) akhirnya dapat diselesaikan sebelum tenggat waktu 30 April seperti yang ditetapkan Depdagri. Menurut Kadis Capil Izak Ray meski yang terekam baru 87 persen, tapi secara keseluruhan perekaman sudah sesuai target.
“Untuk Kabupaten Minsel sesuai data wajib e-KTP ada 134.499 orang dan yang sudah merekam data ada 110.727 sedangkan sisanya yang berjumlah 23.772 orang tidak dapat direkam karena ada berbagai alasan. Seperti data ganda, telah meninggal dunia, tidak berada di tempat, belum cukup umur, dalam tahanan, sakit dan tidak mau direkam dengan alasan telah lansia. Dengan demikian sesuai pe-tunjuk perekaman dinyatakan sudah mencapai 100 persen,” beber mantan Kabag Humas Deprop Sulut tersebut.
Meski perekaman data telah mencapai 100 persen, bukannya berarti warga yang belum sudah tidak dapat lagi melakukan pe-rekaman. Pihak Discapil dan kecamatan sebagai operator di lapangan tetap membuka kesem-patan bagi warga. Karena mung-kin seja mereka sebelumnya be-lum terdata sebagai warga Minsel sehingga tidak masuk dalam daftar. “Masih dibuka kesempatan hingga 31 Desember bagi warga yang belum melakukan pereka-man. Datangi saja kecamatan untuk melakukan perekaman, asalkan prosedurnya diikuti se-perti telah memiliki KTP na-sional.
Pembagian e-KTP sendiri ren-cananya akan dilakukan secara bertahap, paling lambat 31 Desember. Sebab e-KTP akan diberlakukan secara penuh di awal tahun depan. Penyaluran-nya dilakukan di masing-masing kecamatan dimana warga me-lakukan perekaman data.(vtr)

Pasir Besi Ada di Minsel

PT Nikita Tambang Pasir besi Masuk Minsel
 

Amurang,swarasulut- 

Tingkat perkembangan di kabupaten Minsel, memang dapat dikatakan mengalami peningkatan yang cukup signifikan, pasalnya selain hadirnya Pelabuhan Perikanan, Pelabuhan Umum, Pelabuhan Verry bahkan sejumlah Infrastruktur yang kini mulai dibangun di Kabupaten Minsel, kali ini PT Nikita Tambang Pasir besi melakukan eksplorasi di Kecamatan Tenga dan Sinonsayang, tepatnya di enam desa.Demikian dikatakan Pengky Terok, Kadistamben Minsel pada Rabu (9/11/2011). “Jadi PT Nikita Tambang masih eksplorasi, untuk naik ke eksploitasi tergantung hasil eksplorasi yang mereka lakukan,” Katanya.. Enam desa yang mengandung pasir besi di pinggir pantai ini, yakni Molinow, Pakuweru Utara dan Sapa untuk Kecamatan Tenga, Dan Tanamon, Poigar dan Durian di Kecamatan Sinonsayang. “Kami hanya mengantar dan mereka periksa ternyata ada pasir besi, tetapi untuk mengetahui berapa banyak kandungan cadangannya, itulah eksplorasi yang mereka lakukan,” Ungkap terok menjelaskan. Lagi Terok, mengatakan Hadirnya PT pasir besi tidak merusak lingkungan dan itu untuk kemakmuran dan kejayaan masyarakat Minsel, Investor bebas untuk masuk Minsel. “Yang penting ramah lingkungan sesuai aturan yang berlaku, tentunya untuk kemakmuran dan kejayaan warga Minsel itu sendiri,”Katanya.(juvan/hanter.


Kamis, 19 April 2012

Karang Taruna di Manado

Semoga saja di Desa-desa juga bisa di bentuk Karang Taruna mengikuti apa yang terjadi di manado ini. Simak beritanya:

Dinas Sosial Fasilitasi Pembentukan Karang Taruna di Manado

Aldi Mawitjere | 19 April 2012 – 14:59 WITA
dinas sosial manado

Kabid Kesejateraan Paula Lalamentik saat melakukan sosialisasi Karang Taruna di Kelurahan Perkamil
MANADO, (manadotoday.com) – Pemerintah Kota Manado, melalui Dinas Sosial memfasilitasi pembentukan Karang Taruna di setiap Kelurahan.
“Karang Taruna diminta untuk digalakkan kembali di Kota Manado. Maka itu kita diberikan kewenangan membetuk dan memberdayakan kembali. Jadi pembentukan di 87 Kelurahan akan dibentuk sesegera mungkin, saya dan Pak Kadis Sosial Frans Mawitjere selaku pembina,”ujar Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial Paula Lalamentik,S.Sos.Aj.Ak.

Dari data yang ada 42 Kelurahan sudah terbentuk Karang Taruna, namun yang aktif baru 23.
“Karang Taruna sebagai potensi sumber di masyarakat, mereka menjadi motivator dalam menangani Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial khususnya Generasi Muda,”jelas Lalamentik.
Hanya saja Karang Taruni ini belum untuk saat tidak ada anggaran, namun apabila sudah terbentuk, karang taruna ini bisa mengajuhkan proposal ke Dinas Sosial.
“Setelah terbentuk memang tidak ada dana, namun bisa memasukan proposal untuk bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dari Kementerian Sosial,”pungkasnya. (ald)

Selasa, 17 April 2012

Bupati Tinjau Proyek PNPM di Desa Koreng

Komisi II DPR RI dan Bupati Minahasa Selatan Tinjau Proyek PNPM Desa Koreng

David Masengi | 17 April 2012 – 20:30 WITA
proyek PNPM desa Koreng
Bupati Tetty Paruntu bersama Ketua Komisi II DPR-RI Rombongan Agung Gunanjar Sudarsah bersama rombongan saat meninjau proyek PNPM di desa Koreng Kecamatan Tareran


AMURANG, (manadotoday.com) – Kunjungan kerja (Kunker) Komisi II DPR-RI ke Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), dalam rangka melakukan peninjauan sejauh mana perekaman data e-KTP di Kabupaten Minsel. Rombongan Komisi II DPR-RI ini didampingi Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu juga menyempatkan diri melakukan tinjauan proyek PNPM di Desa Koreng Kecamatan Tareran, Selasa (17/4/2012) siang tadi.
Bupati perempuan pertama pilihan rakyat Minsel ini, disela-sela kunker Komisi II DPR-RI ini, memaparkan program perekaman e-KTP dan program PNPM di Minsel.
“Puji Tuhan saat ini untuk Program e-KTP di kabupaten Minsel sudah 90 persen sedangkan untuk PNPM sedang berjalan dengan semestinya,” ungkap Paruntu saat memberikan sambutan.
Dalam kunjungan ke Desa Koreng Lecamatan Tareran Rombongan Komisi II DPR-RI yang di bawah pimpinan oleh Ketua Agung Gunanjar Sudarsah dan didampingi Bupati Christiany Eugenia Paruntu, disamping untuk meninjau program PNPM juga sekaligus meresmikan Sekolah SMK yang di bangun dengan anggaran yang diambil dari dana PNPM.(dav)